Website Resmi DPC KSPSI Kota Tasikmalaya

Pekerja Peserta Silaturahmi SPSI Kecewa Atas Ketidakhadiran Walikota Tasikmalaya

Oleh Rumah Aspirasi Pekerja , pada 22:35 , memiliki 0 komentar
Silaturahmi merupakan salah satu agenda rutin dari Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC SPSI) Kota Tasikmalaya. Peserta silaturahmi adalah pekerja dari berbagai perusahaan yang sudah menjadi anggota SPSI yang dikenal dengan nama Pimpinan Unit Kerja (PUK) dan juga menghadirkan stackholder Ketenagakerjaan baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif, BPJS Kesehatan ataupun BPJS Ketenagakerjaan dan yang lainnya.
Satu hal penting yang belum pernah terwujud dari harapan pekerja yang ikut dalam silaturahmi tersebut adalah bisa bersilaturahmi dengan Walikota Tasikmalaya sebagai pemangku kebijakan tertinggi di Kota Tasikmalaya.
Kekecewaan pekerja tersebut juga terjadi pada acara Silaturahmi yang dilaksanakan pada Hari Kamis, 17 Desember 2015 di Coffe Shop Hotel Crown Kota Tasikmalaya.
"Demi menunggu konfirmasi kehadiran Bapak Walikota Tasikmalaya, acara diundur beberapa jam dari yang dijadwalkan. Panitia sudah melayangkan Undangan resmi untuk acara Silaturahmi tersebut, informasi terakhir dari Ajudan, katanya Acara Silaturahmi tersebut sudah dimasukkan dalam agenda, akan tetapi ketika kita mencoba mengkonfirmasi kehadiran Beliau melalui ajudannya, Ketika beberapa kali dikontak, telpon tidak diangkat, sampai akhirnya saya coba dengan nomor lain, baru diangkat. Itupun ketika dikontak untuk kedua kalinya tidak diangkat". Kata Koordinator Panitia Silaturahmi Pekerja SPSI, Eros Rosid.
Undangan lainnya yang terlebih dahulu hadir adalah Tim dari BPJS Kesehatan Priangan Timur, dan selanjutnya salah satu anggota Komisi IX DPR RI yaitu Hj. Siti Mufattahah, Psi., MBA, serta Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tasikmalaya, M. Firmansyah.
Acara baru dimulai pada pukul 20.00 dan diawali dengan pemaparan-pemaparan kondisi ketenagakerjaan yang disampaikan oleh Ketua DPC SPSI Kota Tasikmalaya, Yuhendra Effendi. "Optimalisasi Fungsi Pengawasan dari Dinas Terkait dan Peran Kepala Pemerintahan yang merupakan Ketua Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit belum berjalan sebagaimana dijabarkan dalam Peraturan Bersama Mendagri dan Menakertrans, padahal dua hal tersebut merupakan kunci dari semua permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di Kota Tasikmalaya, Sangat disayangkan Beliau tidak bisa hadir malam ini, mungkin banyak acara yang lebih penting daripada hanya sekedar bersilaturahmi dengan kita"
Pemaparan selanjutnya disampaikan Ahmadyana, Direktur Pemasaran BPJS Kesehatan Wilayah Priangan Timur yang mengeluhkan masalah kesimpangsiuran data baik data peserta pekerja penerima upah maupun pekerja bukan penerima upah dan memberikan penegasan tentang kewajiban menjadi Peserta BPJS Kesehatan sesuai amanat Undang-Undang, sehingga BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Pihak Kejaksaan untuk optimalnya tujuan tersebut. Tentang Sanksi Administratif yang lebih jauh, pihak BPJS Kesehatan juga sangat mengharapkan peran dari Pemegang kebijakan tertinggi di Kota Tasikmalaya. 
Permintaan maaf atas ketidakhadiran Bapak Walikota Tasikmalaya disampaikan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Tasikmalaya, M. Firmansyah dalam sambutannya. Minimnya Anggaran dan Tenaga Pengawas menjadi salah satu alasan tidak optimalnya pengawasan ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya.
Materi terakhir disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Siti Mufattahah, Psi., MBA yang diawali dengan permohonan maafnya karena upayanya dalam menyikapi PP 78 2015 Tentang Pengupahan yang dinilainya sangat merugikan bagi pekerja tidak berhasil. Beliau juga sangat menyanyangkan atas ketidakhadiran Walikota yang sangat diharapkan oleh para pekerja yang menjadi peserta dalam Silaturahmi tersebut. Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan harapannya untuk selalu diberikan masukkan baik kritik maupun saran tentang kondisi yang menjadi bidang garapannya.
Banyak hal menarik dalam Dialog yang merupakan penutup Acara Silaturahmi Pekerja yang tergabung dalam SPSI tersebut. Salah satunya adalah tentang kepesertaan ganda BPJS Kesehatan, dimana Pekerja penerima upah, yang dalam kepesertaannya adalah merupakan kewajiban dari pengusaha ternyata di lingkungannya juga mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (yang sebelumnya Jamkesmas). Inilah salah satu bukti kesimpang siuran data kepesertaan.
Walau diwarnai kekecewaan atas ketidakhadiran Walikota Tasikmalaya yang sangat diharapkan seluruh peserta silaturahmi yang diperkirakan mencapai 100 orang, acara berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan.
Pekerja Peserta Silaturahmi SPSI Kecewa Atas Ketidakhadiran Walikota Tasikmalaya
Pekerja Peserta Silaturahmi SPSI Kecewa Atas Ketidakhadiran Walikota Tasikmalaya - Ditulis Oleh Rumah Aspirasi Pekerja , pada 22:35, dengan label Informasi Pekerja Kota Tasikmalaya . Dan memiliki 0 komentar
No comment Add a comment
Cancel Reply
GetID
Instagram