Website Resmi DPC KSPSI Kota Tasikmalaya

Hakikat Mayday

Oleh Rumah Aspirasi Pekerja , pada 00:17
Mayday merupakan salah satu moment penting perjuangan pekerja dan lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial dengan pengorbanan yang luar biasa. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Tanggal 1 Mei yang ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Kongres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886. Dan tanggal 1 Mei juga telah ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional oleh Presiden melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2013 tentang Penetapan Tanggal 1 Mei Sebagai Hari Libur. 

Dari uraian singkat di atas Informasi Pekerja Kota Tasikmalaya mencoba menarik satu kesimpulan sederhana bahwa Hakikat Mayday adalah perjuangan yang dilakukan oleh, dari dan untuk  pekerja. Sebagai pekerja, sudah barang tentu kita harus tetap berusaha untuk melanjutkan apa yang telah diperjuangkan tersebut. Berbagai bentuk perjuangan bisa dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi dan situasi masing - masing. Usaha paling minimal yang harus dilakukan pekerja adalah dengan berjuang mendapatkan hak normatifnya. Berdasarkan Aturan ketenagakerjaan yang berlaku, pada prinsipnya semua permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi adalah merupakan tanggung jawab pemerintah yang memiliki kapasitas untuk memastikan terlaksananya Aturan ketenagakerjaan di perusahaan. Akan tetapi realita yang terjadi, Pemerintah lebih peduli terhadap ceremony daripada menjalankan fungsinya dalam ketenagakerjaan. Masih banyak terjadi pelanggaran aturan ketenagakerjaan di perusahaan yang jelas - jelas akan merugikan kita sebagai pekerja. Sangat dibutuhkan partisipasi aktif dari pekerja untuk pencapaian hal tersebut. Jangan pernah mimpi mendapatkan apa yang menjadi hak kita sebagai pekerja, apabila kita hanya menjadi Penitip Nasib Sejati (PNS) yang hanya berharap sesuatu yang lebih baik dengan cara menggantungkan nasibnya kepada orang lain. 

Titik awal perjuangan pekerja adalah memanfaatkan hak hukum pekerja untuk Berserikat yang dilindungi oleh UUD 1945, UU No. 13 Tahun 2003 dan UU No. 21 Tahun 2000. Tanpa berserikat, jangan pernah berharap perjuangan pekerja akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik buat pekerja. Justru hal tersebut hanya akan menjadi bumerang buat pekerja sendiri. 

Mudah - mudahan semangat dan moment Mayday ini membuka kesadaran untuk memperjuangkan nasib kita sendiri dengan memanfaatkan hak berserikat pekerja. Hanya dengan membangun Serikat Pekerja, perjuangan pekerja di perusahaan bisa dilaksanakan.
Hakikat Mayday
Hakikat Mayday - Ditulis Oleh Rumah Aspirasi Pekerja , pada 00:17, dengan label Serikat Pekerja
Comment disabled